Post Top Ad

22.49

Review : Huxley Secret of Sahara Oil Essence; Essence-Like, Oil Like

by , in
Halo semuanya,
Kalau kalian ingat aku pernah share keseruan acara bareng Style Korean, nah produk yang mau aku review ini ada di dalam goodie bag mereka. Kebetulan produk ini sudah habis aku gunakan, duh jarang banget aku bisa ngabisin skincare sampe habis-tis lho, biasanya bosen duluan hehehe.
Nama : Huxley Secret of Sahara Oil Essence; Essence-Like, Oil Like
Produsen : Huxley Korea
Netto : 30 ml
Harga : $ 42.60 (stylekorean)

Sejujurnya baru pertama kali ini aku mendengar brand Huxley, tapi setelah aku googling baru taulah kalau Huxley ini salah satu luxury skincare brand dari Korea. Konsep brand nya sendiri bagus, "great things never came from comfort zone". Oh ya, hampir kesemua produk Huxley mengandung ekstrak kaktus yang didapatkan dari gurun sahara. Kenapa mesti kaktus? karena Huxley percaya kalau wanita di gurun sahara mengunakan minyak kaktus untuk menjaga kelembapan kulit mereka di tengah suhu yang ekstrim.
Untuk produknya Oil Essence; Essence-Like, Oil Like ini adalah perpaduan antara oil dengan essence. Aku sendiri memang kurang suka dengan produk minyak-minyakan, karena hasil akhirnya selalu lengket dan kurang nyaman. Makanya pas baru nerima produk ini aku kayak bengong gitu, soalnya selama ini belum pernah nemu perpaduan produk oil dengan essence. Selain itu juga produk ini mengandung 61% ekstrak biji kaktus yang kaya akan kandungan antioksidan dan vitamin e.
Ingredients : 
Opuntia Ficus-Indica Stem Extract, Butylene Glycol, Glycerin, Methyl Gluceth-20, Alcohol, Water, Dimethicone, 1,2-Hexanediol, Opuntia Ficus-Indica Seed Oil, Polyquaternium-51, Ilex Paraguariensis Leaf Extract, Prunus Mume Fruit Extract, Euterpe Oleracea Fruit Extract, Myrciaria Dubia Fruit Extract, Chenopodium Quinoa Seed Extract, Theobroma Cacao (Cocoa) Extract, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Betaine, Hydrogenated Lecithin, Xanthan Gum, Ethylhexylglycerin, Sodium Methyl Stearoyl Taurate, Dextrin, Disodium EDTA, Phenoxyethanol, Fragrance
Kemasannya sendiri menurutku kelihatan simpel tapi benar-benar menunjukan filosopi brand nya sendiri yaitu simple
Botolnya sendiri terbuat dari jar kaca matte dengan pipet, kacanya sendiri cukup tebal dan gak ringkih. Pipetnya juga kualitasnya bagus dan benar-benar bisa mengambil produk dengan baik.
Untuk teksturnya, karena ini percampuran antara oil dengan essence, teksturnya juga cukup kental. Walaupun kental tapi cepat meresap dan gak kerasa greasy, juga bikin wajah terasa supple dan halus. Selain itu, aromanya....oh my...enak banget! Aku baru pertama kali mencium aroma skincare yang segar, tapi juga lembut dan nyaman, beneran deh, kalau pakai ini di pagi hari jadi semangat lebay banget deh
Biasanya aku menggunakan 1-2 tetes dan cukup mengcover wajahku. Aku menggunakan sebagai step pertama sebelum pelembab dan sunscreen. Sejauh ini gak ada masalah breakout dan sebagainya. Tetapi, selama hampir 6 bulan aku menggunakan tidak terlalu terlihat hasil yang signifikan. Pori-poriku juga masih terlihat sama dan juga noda bekas jerawat tidak terlalu cepat memudar. Bisa dibilang hasilnya sejauh ini so-so saja, tidak yang waw banget mengingat harganya juga lumayan mahal. 
Overall, Huxley Secret of Sahara Oil Essence; Essence-Like, Oil Like ini termasuk skincare yang walaupun harganya waw tapi hasilnya biasa saja. Memang aromanya enak, cepat meresap dan tidak meninggalkan kesan lengket walaupun ada embel-embel oil nya. Tapi mungkin untuk kulit wajah yang kering banget hasilnya bisa berbeda karena produk ini memang dikhusukan untuk kulit sangat kering untuk memberikan kelembapan ekstrak. Karena sekali lagi produk ini lebih dikhusukan untuk antioksidan dan baru akan terlihat hasilnya setelah beberapa lama, bukan yang digunakan sebentar terus langsung waw hasilnya.
Selain itu kebetulan aku juga mendapatkan varian lain dari Huxley yaitu Essence:Grab Water dan akan aku coba di tahun ini. Aku sih berharap hasilnya bisa lebih signifikan dibandingkan Oil Essence; Essence-Like, Oil Like. So, apakah kalian tertarik juga mencoba produk Huxley? sharing sama aku ya ^^











16.39

Review : Hada Labo Shirojyun Stater Pack

by , in
Halo semuanya!
Gak kerasa kita sudah masuk tahun 2018, tahun baru, resolusi baru! Tahun ini, selain keinginanku menurunkan berat badan, aku juga ingin wajahku lebih cerah. 2017 kemarin aku bolak-balik ganti skincare, dan tahun ini juga masih berkelana mencari skincare yang cocok. Salah satunya yang mau aku coba adalah Hada Labo seri Shirojyun ini, berhubung masih coba-coba, maka aku memilih stater pack yang isinya 3 produk mini size.
Nama : Hada Labo Shirojyun Stater Pack
Harga : Rp.40.500 (Nihon Mart)
Produsen : PT. Rohto Lab. Indonesia
Dikemas dalam kardus dengan clear plastic yang bisa melihat produknya secara langsung. Produk didalamnya terdiri dari Ultimate Whitening Milk 20 ml, Ultimate Whitening Lotion 20 ml dan Ultimate Whitening Face Wash 20 ml. Oh ya kalau tidak salah ada seri lain stater pack Hada Labo yaitu Gokujyun dan Gokujyun Alpha Anti Aging
Konsep Hada Labo dan rangkaian perawatan seri Shirojyun
Seperti kandungan utama produk Hada Labo yang lain, mereka menekankan pada kandungan Hyaluronic Acid yang berfungsi untuk melembapkan. Kemudian ada juga kandungan Arbutin dan Vitamin C yang berfungsi mencerahkan wajah.
Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening Milk
Dengan kemasan botol tube dengan tutup flip, kemasan botolnya juga padat sehingga aman digunakan unuk traveling. 
 Untuk "milk" nya kalau di istilahkan di sini adalah moisturizer dengan tekstur yang creamy. Produk ini lebih cocok digunakan untuk kulit yang kering karena lebih lama meresap dan lebih melembapkan

Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening Lotion
Kemasanannya sama persis dengan varian milk, perbedaan utama adalah pada kemasannya yang betuliskan lotion dan warna biru, sedangkan pada milk berwarna pink, jangan ketukar ya! Oh ya, kalau kita mengenal lotion itu kan teksturnya kental seperti moisturizer, sedangkan istilah Hada Labo, lotion itu seperti toner/air  hanya lebih kental sedikit dan lebih melembabkan. Cocok banget untuk kulit yang berminyak atau kombinasi seperti aku.
Produk ini dikhususkan sebagai "skin preparation" sebelum menggunakan produk yang lebih rich kandungannya. Saat diaplikasikan juga mudah menyerap dan langsung kerasa efek lembabnya, suka deh!
Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening Face Wash
Produk terakhir dari stater kit Shirojyun adalah face wash, kebetulan beberapa tahun yang lalu aku pernah mencobanya tapi sayangnya lupa aku review di blog >,<. Teksturnya nyaman dan gak terlalu banyak menghasilkan busa. Yang aku suka sih setelah menggunakan wajahku terasa kenyal dan gak kesat.
Untuk lotion, teksturnya seperti air hanya lebih berwarna keputihan dan encer, untuk milk teksturnya seperti moisturizer kebanyakan hanya lebih encer, sedangkan untuk face wash nya kental seperti kebanyakan face wash pada umumnya. Ketiganya tidak memiliki aroma yang kuat, hanya aku merasa Hada Labo punya aroma yang khas, sejenis aroma obat-obatan tapi tidak keras. Wajar, karena Hada Labo tidak memasukan unsur wewangian ke semua produknya.

Setelah aku gunakan beberapa minggu, aku merasa Hada Labo seri Shirojyun memiliki :
Kelebihan :
  • Kemasannya mungil, mudah di bawa traveling
  • Kandungannya tidak berat dan efektif mencerahkan secara perlahan
  • Sudah 1 rangkaian, jadi tak perlu beli produk terpisah

Kekurangan :
  • Untuk kemasan milk  & lotionnya botolnya cukup keras jadi agak susah menekan produknya agar keluar
  • Saat menggunakan produk ini wajib memproteksi diri dengan sunscreen ber SPF
  • Untuk milk nya aku merasa teksturnya terlalu kental sehinga agak susah menyerap, jadi seringnya aku skip :-P

Overall, stater pack ini cocok untuk kalian yang pengen coba-coba skincare tapi takut gak cocok sebelum membeli full size nya. Kalau aku sih, lebih suka menggunakan saat traveling atau dibawa ke makeup pouch karena mungil dan gak menuh-menuhin hehehe.

Kalian bisa membeli Hada Labo Shirojyun Stater Pack di :


23.16

First Impression : Sunset Palette by Mizzu x Tasya Farasya

by , in
Dari sekian banyak beauty influencer yang bersinar tahun ini, salah satu yang mencuri perhatianku adalah Tasya Farasya. Yup, si calon dokter gigi ini entah kenapa bikin aku "terbius" untuk ngikuti n semua videonya di Youtube channelnya. Mungkin karena kesan yang dia tampilkan itu playfull & sedikit nyablak yang bikin aku betah pantengin videonya. Kebetulan bulan November ini dia bekerjasama dengan Mizzu & Nivea membuat special package yaitu Make Up by Tasya Farasya #CleansedBy NIVEA package yang bisa dibilang limited edition. Isinya terdiri dari Nivea Micellar Water 200 ml, Nivea Double Efect Eye Make-Up Remover 125 ml dan Sunset Palette by Mizzu yang dijual seharga Rp.125.000,-
Jujur ya, aku sebenarnya lagi puasa beli-beli makeup kecuali buat kepentingan riasin orang, tapi entah kenapa aku terbius pengen banget punya Sunset palette yang warna dan desain kemasannya dipilih langsung oleh Tasya Farasya. Denger-denger pun katanya palette ini gak akan dijual terpisah, jadi aku pikir, yaudah lah kapan lagi beli. Jadilah aku berburu sejak minggu kemarin pas ke Bandung, muter-muter ke beberapa mall besar disana ternyata produknya belum masuk. Eh kebetulan banget kemarin saat aku ke Guardian di CSB mall Cirebon, pas lihat 1 kotak ini nangkring di etalase Guardian, cus langsung bungkus!
Kalau di hitung sih, untuk  Nivea Micellar Water dipasaran harganya sekitar Rp.50.000, sedangkan untuk Eye Makeup Remover sekitar Rp.55.000. Dari total harga paket ini adalah Rp.125.000, maka palet Sunset jatuhnya sekitar Rp.20.000, waks! Padahal kalau kalian beli eyeshadow Mizzu yang isi 3 warna itu sekitar Rp.45.000. Jadi, menurut kalian worthed atau tidak?
Di kardusnya sendiri ada keterangan pilihan warna dari Sunset Palette by Tasya Farasya
Jadi, postingan ini aku mau lebih bahas tentang palet eyeshadownya, jujur, aku awalnya terpesona banget sama kemasannya yang bener-bener mencerminkan spektrum warna matahari terbenar, ada warna jingga sampai gradasi keungguan. Terus uniknya tulisan "sunset" itu dibuat holo karena requestnya Tasya, dan beneran kelihatan palet mahal! Kemasannya sendiri terbuat dari bahan cardboard/kardus sehingga ringan walaupun menurutku jatuhnya agak tebal.
Dibalik kemasannya terdapat keterangan ingredients, exp date, no POM dan netto.
Begitu dibuka, nuansa emas ala Tasya lansung terlihat, dikemasannya sudah terdapat kaca yang cukup besar dan juga ada kertas tipis pembungkus eyeshadow. Aku sih agak kaget, biasanya kalau beli eyeshadow adanya plastik mika, bukan kertas tipis kayak kertas kue gini. Tapi gak masalah sih yang penting berfungsi sebagaimana mestinya.
Ada 6 pilihan warna eyeshadow dengan netto perbuahnya @1,3 gram, mirip dengan palet Mizzu yang isi 3. Oh ya, palette ini gak termasuk dengan kuas nya, gak masalah buatku tapi buat pemula sih jadi PR lagi karena harus beli kuas terpisah. Ada pula embos tulisan Tasya Farasya. Btw, ini pertama kalinya aku nyobain produk eyeshadow dari Mizzu, telat banget ya?

Swatch di tangan :
  • Warna satin champange cream, pigmentasi lumayan dan hasil akhir satin finish. Bagus buat highlighter di inner corner. Tekstur powdery.
  • Warna satin frosty pink, pas di swatch hasilnya gak seterang di pan. Agak bete juga sih kok ada warna pink bukannya merah, soalnya kalau ingat Tasya itu ingatnya eyeshadow warna merah. Tekstur powdery.
  • Warna satin warm orange, kalau kalian lihat warna ini ada di palet Mizzu Smoky Latte. Teksturnya lagi-lagi powdery, tapi pigmentasi warnanya lebih bagus dari 2 warna sebelumnya.
  • Warna ungu satin kebiruan, pigmentasi cukup bagus dan warna langsung keluar. Kalau warna ini sepertinya ada di palet Mizzu Velvet Plum.
  • Warna deep brown dengan shimmer emas, pigmentasi paling bagus dan warnanya paling kereng keluar. 
  • Warna matte black, walaupun jadi satu-satunya eyeshadow matte tapi pigmentasi paling buruk, warnanya agak susah rata saat diswatch. Tekturnya lebih keras dari eyeshadow yang tipe shimmer.

Ini hasil akhirnya aku menggunakan Sunset Palette dari Mizzu. Kebetulan aku menggunakan ke 6 warnanya sekaligus. Nanti akan aku share tutorialnya di Youtube ya, ditunggu aja. Hasil akhirnya sih warna gak se-pigmented di pan apalagi kalau udah diblend. Entah karena aku baru pertama nyobain atau gimana, tapi kalau pengen warnanya keluar banget aku aplikasikan pakai ujung jari kayak warna orangenya itu. Oh ya beberapa ada yang fallout terutama warna ungunya, cuma gak parah-parah banget sih.
Overall, karena ini pertama kalinya aku nyobain eyeshadow dari Mizzu, aku bisa bilang kualitasnya cukup bagus untuk ukuran eyeshadow lokal. Apalagi pilihan warnanya juga cukup unik dan dipilih sendiri sama Tasya Farasya. Packagingnya juga cantik banget dan gak bakal kalian temukan di palet eyeshadow lain, apalagi ini seri limited edition dan belum tentu dijual terpisah. Apakah worthed dengan membeli paket Make Up by Tasya Farasya #CleansedByNIVEA Package? sharing pendapat kalian di kolom komentar ya! 









21.09

Meja rias ala Conietta (2017)

by , in

Hai-hai-hai
Minggu ini sungguh produktif sekali, mungkin karena kemarin sempat berhenti ngeblog 2 mingguan dikarenakan kerjaan yang lebih penting. Kalau post sebelumnya aku sharing tentang ringlight, kali ini aku mau sharing tentang meja riasku.
Sebelumnya aku gak berniat ria/pamer, tapi aku lebih pengen sharing kira-kira gimana sih mewujudkan meja rias idaman dengan budget pas-pas an. Berhubung pernah nih temen di medsos request meja rias ku dibahas di blog, aku ngerasa inilah saatnya. Pas banget karena aku ngerasa meja riasku yang sekarang "cukup" mendekati kriteria meja rias yang aku idam-idamkan dari kecil.
Jadi, pertengahan tahun ini aku pindahan kamar dan sekalian rombak habis-habisan kamar tidurku yang baru, mulai dari desain, cat, dll semua aku setting sendiri. Bahkan untuk ngecat sama pasang list gipsum aku pasang sendiri. Soalnya ngerasa gagal aja guru Teknik Bangunan manggil tukang buat ngecat hahaha. Nah meja riasku ini aku beli sebelum pindahan kamar, jadi aku harus setting ulang kira-kira dimana peletakan yang pas dan gak bikin penuh kamar. Akhirnya aku memilih salah satu sudut kamar yang kira-kira bisa juga diletakan kursi dibawahnya.
Apakah kalian kira meja riasku ini beli di Ikea dan mirip dengan beauty infulencer diluar sana? Bukan, meja rias ini aku beli di Giant Supermarket dengan harga Rp.799.000. Belinya juga perlu drama dikit karena barang yang aku mau cuma tinggal di display aja. Jadi aku beli meja ini dan dipaksa "masuk" ke mobilku yag tipe sedan, kalian bayangkan aja sendiri hahaha. Yang aku suka ukuran meja ini panjangnya 1 meter dengan kedalaman 60 cm, standar ukuran meja manusia, gak terlalu tinggi gak terlalu rendah. Terdapat 4 buah rak dibawahnya dengan tinggi sekitar 25 cm. Sayangnya ada harga ada rupa, belum beberapa bulan bagian penahan rak nya mulai melengkung, sehingga penahannya suka copot sendiri. Akhirnya dengan terpaksa aku baut saja penahannya, jadi kalian lihat baut emas itu adalah struktur penahan yang baru.
Kedua, untuk bagian atasnya sebenarnya aku punya cita-cita meja rias dengan cermin lampu ala MUA-MUA gitu. Tapi dipikir-pikir lagi, berhubung sekarang punya ringlight jadi kayaknya gak perlu lah lampu model begitu, lagian boros listrik juga (otak emak-emak). Akhirnya aku akalin aja dengan wire grid wall yang aku beli di Cirebon. Belinya juga lucu, awalnya gak pernah niat punya beginian, tapi pas lihat toko di pinggir jalan ada yang jual mendadak aku minta berhenti dulu. Niat awalnya sih mau dibentuk menjadi flower wall gitu, tapi karena modalnya banyak yak buat beli bunga plastik, ya udahlah jadinya dipasang di meja rias aja buat nyatolin kacamata, cermin, dll. Oh ya aku beli ukuran 80 cm x 100 cm, aku lupa harganya tapi gak sampai 50ribu, kalo gak salah malah 26ribuan. 
Kemudian untuk bagian atas meja, aku sengaja jejerin semua makeup & skincare yang aku pakai harian. Karena aku tipenya kalau dimasukin ke dalam rak, malah gak akan kepakai alias kelupaan sampai produknya kadaluarsa. Tapi denger-denger, kalau sudah punya anak bakal lain lagi ceritanya ya? makeup harus di umpetin sebaik dan serapi mungkin hehehe. Di meja inilah aku sering banget foto produk untuk di review, makanya aku selalu menyediakan bunga sebagai properti untuk foto.
Secara garis besar inilah makeup/skincare harian yang aku pakai, ya gak semuanya sekaligus tapi minimal sehari-hari bisa gonta-ganti warna lipstik. Untuk tempat-tempatnya aku beli secara terpisah dan gak sekligus, misal main ke Daiso aku beli wadah mirip Anna Suiseharga 25k. Main lagi ke Miniso, lihat wadah kapas seharga 30k dibeli lah. Untuk yang clear acrylic storage kebetulan aku minta sebagai bagian dari mahar pernikahan dulu. 
Untuk kaca bentuk love ini, aku beli di Usupso seharga 30k, sebenarnya aku juga pernah punya warna pink, tapi pecah. Karena udah terlanjur suka sama bentuknya jadi belilah lagi warna putih, biar nyambung sama mejanya gitu. Oh ya ini kacanya bolak-balik jadi praktis, sayang cerminya gak bisa pembesaran.
Sekarang masuk ke dalam rak nya, jangan bayangin kayak di pinterst yang serba rapi gitu yak! Rak pertama aku isi dengan wadah terpisah yang biasanya aku bagi sebelah kiri untuk bulu mata, sebelah kanannya masker & bedak yang gak muat di pajang di atas, kemudian ada wadah bros hijab, kacamata, wadah benang buat jahit dll. Intinya rak paling atas isinya barang yang sehari-hari kepakai tapi gak pantes buat dipajang >,<
Rak kedua, isinya berbagai macam box dengan isi makeup/skincare yang belum dipakai. Isi didalam boxnya sih gak banyak banget, paling cuma 4-5 item, bahkan ada box isinya cuma pensil alis. Yang ditampung juga  box yang  terlalu sayang dibuang aja sih, biasanya karena desain box nya yang bagus-bagus aja.
Rak ketiga sama-sama menampung box dan produk yang belum kepakai, cuma di rak ini agak berantakan aja isinya. Rak ini juga menampung pouch-pouch kosong yang biasanya aku gunakan kalau mau berpergian/mudik.
Nah, rak ke empat adalah rak ter-random diantara rak-rak sebelumnya. Isinya adalah....kardus-kardus kosong hahaha. Jadi, aku masih punya kebiasaan menyimpan kardus produk yang masih aku pakai. Kalau produk tersebut habis, baru aku buang se-kardus-kardusnya. Biasanya juga gak dibuang gitu aja sih, lebih sering di bakar dibelakang rumah, biar gak ada orang jahat memanfaatkan kemasan bekasku. Hmm..adakah yang sama seperti aku, menyimpan kardus bekas kemasan?
Untuk saat ini mungkin aku sudah puas dengan meja riasku yang sekarang, karena sudah mengakomodir segala kebutuhanku mulai dari dandan sampai ngetik-ngetik juga bisa di meja ini. Dan alhamdulliahnya sampai saat ini belum kejadian makeup sampai bececer karena kekurangan storage. Semoga tulisan ini membantu kalian yang sedang mencari inspirasi meja rias yang cocok dengan kalian. Saranku, belilah meja yang banyak storagenya, karena di jamin makeup kalian semakin hari semain bertambah :-D





Post Top Ad

My Instagram