Post Top Ad

15.44

Jalan-jalan : Chinatown Bandung

by , in
Halo semuanya!
Long weekend kemarin pada kemana nih? kebetulan aku menghabiskan waktu di kota kembang Bandung. Awalnya tanpa plan apa-apa, sampe nyari penginapan aja di detik-detik terakhir. Bahkan rencana ke China Town itu hanya sepersekian menit ketika sudah mau sampai lokasinya, untung gak kebabalasan :-D
Lokasinya sendiri berada di Jl. Kelenteng, Bandung, lokasinya gampang banget di temukan dari Jl. Jendral Sudirman tinggal cari belokan ke kanan ke arah jalan Kelenteng, lokasinya sendiri berdiri di bekas gedung Permaba. Kekurangannya hanya pada tidak adanya tempat parkiran terutama untuk mobil. Kebetulan aku gak dapat parkiran mobil sehingga harus memutar dulu dan akhirnya malah parkir di Jl. Kebon Jati barulah jalan kaki ke China Town
Untuk memasuki China Town, maka kita harus membeli tiket terlebih dahulu, kebetulan pas aku datang weekend jadi harga tiketnya adalah Rp.20.000 dan bisa ditukarkan dengan merchandise. Aku sendiri mendapatkan gantungan kunci dan juga tongtol alias tongkat tol.
Tiket masuk
Tanpa perlu masuk pun kita sudah disajikan dengan mural-mural khas chinese, di depan sini ada mural bergambarkan penjual bakpau.
Gerbang masuk berada di sebelah kanan bangunan, btw iya itu suami saya bawain tas saya :-D
Beitu masuk, nuansanya berasa banget kental etnisnya, banyak mural dan hiasan bertuliskan chinese yang mungkin gak bisa kita lihat sehari-hari. 

Oh ya, didalam sini segala pembayaran tidak menerima uang tunai ya, melainkan menggunakan kartu debit/kredit/Flazz. Kebetulan pas saldo debitku habis jadi sekalian saja suamiku beli kartu Flazz dan langsung di isi nominalnya, paling gak kartunya bisa dipakai untuk bayar toll.
Dan desain kartu Flazznya pun ala China Town, jadi kalian gak akan nemu desain seperti ini selain disini. Untuk Kartu Flazz nya sendiri seharga Rp.25.000 dan bisa di isi maksimal Rp.1.000.000.,-

Oh ya, walau namanya China Town, disini tidak ada makanan yang mengandung babi, jadi Insyallah semua halal. Dan disini juga ada Musholla untuk yang mau menunaikan sholat, jadi tenang aja gaes siapapun bisa main ke China Town Bandung.
Di toiletpun ada hiasannya, duh pengen banget meja marble nya >,<

"Yang di foto disini Cantik" 
"makasih"

Selain menyediakan ambiance, disini kita juga bisa menikmati berbagai macam kuliner yang lekat dengan etnis. Kebetulan aku nyobain Gelato disini yang ada di bagian outdoor belakang, tepatnya pas didepan playground.
Sebenarnya agak mahal sih untuk 1 cup isi 3 rasa seharga Rp.45.000, tapi gak papa lah sekali-sekali.
Di sini juga ada playground khusus anak-anak, tiket masuknya Rp.35.000
Salah satu lorong di China Town
Nah ini adalah mural yang cukup terkenal, kalau ke China Town gak lengkap deh kalo gak foto disini!
Kang becaknya kecapean....
Selain ada bagian outdoor, ada juga bagian indoor yang bisa digunakan untuk makan.
Disini juga banyak bertebaran barang-barang vintage yang bisa jadi spot buat foto termasuk telepon umum ini. 
Ini ceritanya adek aku pura-pura jadi Dilan nelpon Milea gitu ihiirrr...
Ada juga spot jembatan merah layaknya film-film chinese jadul yang ada bagian pacaran di jembatan hehehe.
Kebetulan juga pas banget ada penampilan Barongsai dan Wushu, jadi suasana sore itu beneran rame banget! Aku sampe desek-desekan demi nonton barongsai aja, tapi puas lah karena lihat barongsainya lucu warna pink.

Overall aku puas banget bisa main ke China Town Bandung, lokasi ini pas banget buat piknik keluarga terutama yang pengen mengalami experience nuansa Tionghoa. Karena keluargaku asli orang Jawa semua, rasanya kita kayak mempelajari suasana baru di sini, karena sebenarnya Indonesia itu kaya, gak cuma ada 1 suku saja, jadi mari kita warnai keberagaman Indonesia dengan saling menghargai semua etnis dan suku ya ^^

China Town Bandung
Jl. Kelenteng No.41, Ciroyom, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40182










17.01

Review : Clinelle PureSWISS Hydra Calm Lotion & Serum

by , in
Hai-hai-hai
Tahun ini salah satu  brand skincare dari Malaysia yaitu Clinelle akhirnya launching di Indonesia. Dan aku berkesempatan menjadi salah satu yang mencoba rangkaian dari seri PureSWISS Hydra Calm Lotion & Serum.
Clinelle ini bukan pemain baru dalam bidang skincare, sejak di launching tahun 2004, Clinelle sudah menetapkan "7 secrets to the happy skin" yaitu tanpa pewarna buatan, tanpa pewangi buatan, tanpa lanolin, tanpa mineral oil, tanpa SD-Alkohol, tanpa bahan komedogenik dan tanpa parabean.
Untuk varian PureSWISS Hydra Calm ini punya claim bisa menjaga kelembapan kulit selama 72 jam karena mengandung Natural Phyto Hyaluronic Acid, pas banget buat kulitku yang kombinasi dan tinggal di daerah pesisir yang panas. Selain itu juga mengandung PureSwiss Thermal Spring Water dan Bio-Calm Complex yang dapat mengembalikan kekenyalan kulit.


Selain itu, pH yang digunakan dari rangkaian Clinelle PureSWISS Hydra Calm adalah 5.5, sebagai gambaran, kulit wajah manusia memiliki pH antara 4-5, kalau kurang dari itu maka kulit jadi mudah jerawat dan iritasi, kalau lebih dari pH 7-8 kulit bisa cepat keriput, hiiii gak mau kan kulit jadi rusak karena salah pilih pH kosmetik?

Clinelle PureSWISS Hydra Calm Lotion
Kalau dengar kata lotion pasti langsung teringat adalah body lotion yang kental ya hehehe. Untuk lotion dari Clinelle ini teksturnya cair seperti air dan berwarna bening. Kemasaanya sendiri simpel dengan botol biru bening dan tutup silver dengan isi 150 ml. Selain itu kemasannya terbuat dari plastik kokoh sehingga aman dan gak takut pecah.
Kemasan lotionnya sendiri menurutku bagus karena ada bagian penutup pada lubangnya sehingga gak mudah bocor dan enak dibawa travelling.
 
Cairan lotionnya sendiri berwarna bening dengan tekstur lebih kental daripada air, aromanya sendiri aku bisa mencium seperti aroma silicone tapi tidak terlalu menyegat dan akan hilang ketika diaplikasikan di wajah.
Untuk tingkat penyerapannya sangat cepat, cukup di tap-tap saja sebentar di muka dan lotionnya akan terasa menyerap dan gak lengket.

Clinelle PureSWISS Hydra Calm Serum
Setelah menggunakan lotion, aku langsung melanjutkan menggunakan serum nya. Kemasan serumnya masih dengan nuansa warna biru dengan tutup silver. Bedanya kemasannya tidak bening dan dengan isi 20ml.
Untuk serumnya kemasannya lebih higenis dengan pump sehingga memudahkan kita dalam menuang serumnya.
Tekstur serumnya kental berwarna putih dengan aroma yang masih sama dengan lotion nya, sejenis aroma silicone. Aku pikir aromanya seluruh rangkaian PureSWISS Hydra Calm sama semua karena memang tanpa pewangi tambahan, aku sih tidak masalah karena tidak terlalu sensitif dengan skincare wewangian.
Pemakaiannya sendiri cukup seujung kuku, gak perlu banyak-banyak. Pengalamanku, sedikit saja sudah bisa untuk seluruh wajahku. Setelah meresap biasanya  langsung aku lanjutkan ke penggunaan sunscreen dan makeup.

Setelah kurang lebih 1 bulan aku gunakan, aku merasa perbedaan yang cukup signifikan. Terutama karena cuacanya lagi agak aneh ya, anginnya cukup kecang banget. Biasanya kalau cuaca begini kulitku bakal kering banget, bahkan kadang bersisik terutama didaerah cuping hidung. Nah, pas sudah pakai Clinelle ini, aku ngerasa kulitku masih terasa supple banget, lembab dan gak kering walaupun sudah sore.

Plus, tambahan lagi, tahun kemarin wajahku itu bolak-balik jerawatan, entah jerawat kecil sampai besar. Padahal sku sering double cleansing dan pakai obat jerawat, tapi balik lagi jerawatnya. Nah, yang aku notice adalah setelah rajin pakai Clinelle ini jerawat gak muncul-muncul lagi. 
Akhirnya aku jadi punya kesimpulan sendiri, ternyata sebelumnya aku hanya menggunakan pelembab biasa dan sunscreen. Sepertinya pelembab sebelumnya itu jatuhnya kurang melembabkan, sehingga kulitku otomatis memproduksi sebum lebih banyak dari sebelumnya karena merasa kulitku kurang lembab. Ketika produksi sebum meningkat, debu, kotoran dsb jadi mudah menempel walaupun sudah dibersihkan, walhasil jadilah itu bibit jerawat, make sense kan?
Overall, rangkain Clinelle PureSWISS Hydra Calm ini sesuai dengan claimnya, melembabkan kulit dengan baik, plus tanpa tambahan zat-zat lain seperti parabean, pewangi, dan mineral oil. Buat kalian yang kulitnya kombinasi seperti aku juga gak masalah karena hasilnya kulit beneran kerasa lembab di cuaca yang gak menentu kayak sekarang.
Sampai saat ini yang aku tahu Clinelle baru tersedia di Guardian dan juga di situs resmi mereka. Untuk mengetahui produk Clinelle lebih banyak kalian bisa mengunjungi :








09.43

Battle of Black Cushion (Chica Y Chico-W.Lab-April Skin)

by , in
Halo halo semuanya~
Ditahun 2018 ini demam cushion Korea sedikit turun ya? gak seperti tahun-tahun kemarin yang sepertinya booming banget. Saking boomingnya aku sampai koleksi beberapa brand karena penasaran hehehe. Dari beberapa cushion yang aku miliki, 3 cushion dibawah ini punya karateristik kemasannya berwarna hitam & punya embel-embel matte & coverage. Kira-kira dari ke tiga "black cushion" ini, manakah yang paling bagus performanya? baca terus ya!
Aku punya 3 cushion dengan kemasan dan finishing yang kurang lebih sama dan ketiganya shadenya sama yaitu 23. Ada W.Lab W-Snow BB Cushion, Chica Y Chico Matt Cushion dan April Skin Magic Snow Cushion yang versi lama.
W.Lab W-Snow BB Cushion 
shade 23 Cotton Beige 
Rp. 225.000
Chica Y Chico Matt Cushion
No. 23 Medium Beige
Rp. 180.000,
April Skin Magic Snow Cushion (old version)
No. 23 Natural Beige
Rp. 185.000

Sekilas kemasannya memiliki karakteristik yang sama, berwarna hitam dengan finishing doff. Untuk W.Lab khususnya cushion dibungkus dalam plastik silver dan puffnya ditempatkan terpisah, sedangkan 2 cushion lain semua puff nya sudah ada didalam kemasan cushion.
Ketiga nya aku memilih warna 23, karena pada saat itu cushion nomer 23 adalah cushion dengan warna tergelap. Kalau tahun 2018 sih sudah banyak brand makeup yang menggeluarkan cushion sampai shade gelap, bahkan bisa digunakan untuk shading/bronzer.
Untuk ukuran kemasaanya, cushion yang paling mungil adalah W.Lab, kemudian Chica Y Chico dan yang paling "gendut" adalah April Skin.

Ketiga nya juga dilengkapi puff yang kurang lebih sama, hanya tingkat kepadatannya saja yang sedikit berbeda, kalau suruh milih aku paling suka punya Chica Y Chico dan yang paling gak aku suka punya April Skin karena terlalu kesat.
Begitu dibuka, langsung kelihatan ya mana yang paling gelap? Oh ya yang warna cushion masih putih itu punya April Skin, jadi pas pertama harus di tekan terlebih dahulu baru isi cairannya keluar.
Setelah di swatch di tangan, baru kelihatan deh shade #23 yang paling gelap yang mana. Yup, dari ke 3 cushion tersebut, warna yang paling mendekati undertone kuning sawo matang adalah dari Chica Y Chico. Sedangkan dari W.Lab & April Skin memiliki tone pink yang cukup terang di kulit tanganku.
Chica Y Chico

Warna paling mendekati kulit sawo matangku, walau jatuhnya masih keputihan. Cushion ini punya aroma yan cukup nyaman dan gak terlalu nyegrak. Untuk tingkat matte nya, aku merasa dia gak lansung berubah jadi matte tapi masih ada rasa lengketnya. Untuk daya tutupnya menurutku lumayan karena bisa menutupi warna kemerahan alibat jerawat di jidatku. 
W.Lab

Warnanya stingkat lebih putih dibandingkan Chica Y Chico, tapi masih masuk walau hasil akhir sedikit greyish. Aroma cushion ini paling enak, aroma floral seperti bedak bayi. Untuk hasil akhir, cushion ini yang mendekati hasil akhir matte dan cepat ngeset. Tapi matte nya cushion itu bukan seperti bedak/TWC ya, masih ada hasil akhirnya seperti basah gitu. Bisa dibilang, cushion ini seperti claimnya yaitu matte finish dan coverage nya cukup baik.
April Skin
Jujur, aku masih binggung kenapa cushion ini jadi favorit orang-orang. Karena saat aku pakai hasilnya...yaiks. Shade 23 terlalu greyish, hasil akhir gak matte melainkan dewy, dan cushion ini yang paling cepat meleleh di wajahku. Kalau daya tutup, aku bisa bilang memang paling juara, tapi kalau dari warna, tingkat ketahanan dan hasil akhirnya, aku bisa bilang April Skin paling buruk dari kedua cushion di atas, sori April Skin! Tapi banyak yang bilang juga April Skin seri terbaru lebih bagus, mungkin kedepannya aku akan mencobanya.
Di foto ini aku menggunakan W.Lab W Snow BB Cushion, kalau secara shade memang dia agak keputihan di wajahku, tapi bisa di akali dengan menggunakan bronzer/bedak lebih gelap. Kebetulan kan aku berhijab sekarang, jadi kalaupun sampe wajah lebih terang sedikit gak masalah sih buatku karena lehernya tidak terlihat hehehe. 
Menurutku sih, W.Lab ini juara banget buatku, karena sesuai dengan cushion yang aku idam-idamkan, yaitu hasil akhir matte, aromanya enak dan cukup awet di wajahku. Kebetulan aku masih ada 1 cushion lagi dari W.Lab, mungkin akan aku battle juga dengan beberapa cushion ku yang belum aku buka *fiuhhh*.
Kebetulan sebenarnya aku sudah post video ini lebih lengkapnya di Youtube channel ku dan sudah cukup lama hehehe, jangan lupa like & subscribe ya ^^











Post Top Ad

My Instagram